Artikel

Sejarah Desa

22 Juni 2018 15:38:09  Admin Tembuku  1.694 Kali Dibaca 

Keberadaan suatu Desa pada umumnya asal usul atau riwayat yang panjang, Akibatnya sering asal-usul tersebut dianggap suatu cerita legenda saja. Terlepas dari itu anggapan tersebut mengenai keberadaan Desa Susut berdasarkan masukan dari pemuka masyarakat setempat dapat diuraikan sebagai berikut :

sebelum Kolonial Belanda Menjajah Kepulauan Nusantara, Pulau Bali diperintah oleh para Raja.Pada umumnya para raja tersebut selalu ingin meluaskan pengarunya terhadap daerah kerajaan tetangganya, usaha memperluas pengaruh ini selaluberakhir dengan peperangan.

Konon pada masa itu daerah Bangli diperintah oleh seorang raja Kesatria keturunan Tirta harum, Taman Bali, Beliausalah seorang dari Putra Puri Nyalyan. Raja Puri Nyalyan ini berputratujuh orang yang putra bungsunyaini adalahI Dewa Gede Korian. Di Puri Tusan I Dewa Gede Korian dinobatkan dan berputradua orang yaitu I dewa Gede Sekar dan I Dewa Gede Siangan. I Dewa Gede Sekarinilah Cikalbakal Raja yang memerintah di Puri Susut. Adapun riwayat I Dewa Gede Sekar sebagai moyang Raja Susut Silsilah

Karena I Dewa Gede Sekar membuat suatu kesalahan di Puri Tusan/Klungkung maka beliau diasingkan ke pulau Nusa Penida. Dalam pengasingan ini beliau membawa seorang putra yang bernama I Dewa Putu Sekar. Karena lama beliau dan putranya yakni I Dewa Putu Sekar yang telah berputra dua orang kembali ke pulau bali dan menetap di Desa Jelijih/Tabanan. Kedua putranya itu bernama I Dewa Gede Dauh dan I Dewa Gede Dangin. Kedua Putranya itu tetap berada di jelijih sedangkan I Dewa Putu Sekar melanjutkan perjalanannya ke Puri Bangli untuk mengabdi kepada Raja Bangli. Pada saat itu terjadi pertentangan antara kerajaan Bangli dengan Gianyar dengan buntut Peperangan. Dalam pertempuran ini I Dewa Putu Sekar ditugaskan meminpin pasukan kerajaan Bangliditepi barat yang kini disebut Susut. Dari rangkian cerita tersebut dapat diartikan bahwa Susut adalah tanggu atau benteng pertahanan paling depan. Sedangkan perbatasan dengan daerah Gianyar adalah Selat Peken, Selat Tengah, dan Selat Kaja Kauh. Pertempuran tersebut oleh pasukan Bangli, tetapi pada saat Belanda menguasai Bali daerah-daerah rampasan perang dari kerajaan Gianyar diserahkan kembali kepada Gianyar oleh Belanda. Sedangkan Daerah Susut, Selat Peken, Selat Tengah dan Selat Kaja Kauh diserahkan kepada I Dewa Putu Sekar.

Mulai saat itu secara turun temurun daerah Susut di perintah oleh I Dewa Putu Sekar dan berakhir pada saat Indonesia merdeka. Pada masa kemerdekaan pengaturan pemerintah kerajaan Susut dijadikan wilayah pedesaan yang di perintah oleh seorang Kepala Desa/ Perbekel Saat ini.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Layanan Mandiri

    Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Aparatur Desa

Agenda

Belum ada agenda

Galeri Foto

Peta Desa

Sinergi Program

Prodeskel Pajak Online

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:21
    Kemarin:124
    Total Pengunjung:4.795
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.237.254.197
    Browser:Tidak ditemukan

Arsip Artikel

22 Oktober 2020 | 24 Kali
Sosialisasi Pertades
21 Oktober 2020 | 11 Kali
Vidio Dokumenter Desa Tembuku
21 Oktober 2020 | 13 Kali
Profil Desa Tembuku
20 Oktober 2020 | 8 Kali
Posyandu Desa Tembuku
12 Oktober 2020 | 37 Kali
Pembentukan LPM Desa Tembuku Masa Bakti 2020 - 2025 dan Karang Taruna.
28 Juni 2018 | 17 Kali
Pemdes Tembuku Kembangkan Website Desa Berbasis OpenSID
23 Juni 2018 | 19 Kali
Buku Pintar Dana Desa
29 Juli 2013 | 1.694 Kali
Profil Desa
29 Juli 2013 | 1.694 Kali
Badan Permusyawaratan Desa
29 Juli 2013 | 1.694 Kali
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa
30 April 2014 | 1.694 Kali
PKK
30 April 2014 | 1.694 Kali
Karang Taruna
22 Juni 2018 | 1.694 Kali
Sejarah Desa
12 Oktober 2020 | 37 Kali
Pembentukan LPM Desa Tembuku Masa Bakti 2020 - 2025 dan Karang Taruna.