Artikel
Mengenal Lebih Dalam tentang Bhatara Hyang Guru
Didalam agama Hindu khususnya di Bali, Bhatara Hyang Guru (Bhatara Guru) yang juga disebut Sang Hyang Pramesti Guru adalah guru sejati. Bhatara Surya memberikan gelar kehormatan “Bhatara Guru” sebagai ucapan terima kasih karena telah menjadi salah satu anak muridnya Dewa Siwa. Gelar itu diberikan kepada beliau karena Dewa Siwa merupakan guru dari para Dewa.
Dalam lontar Sundarigama yang pada saat hari Payogan Sang Hyang Pramesti Guru, kita sujud kepada-Nya, merenung dan memohon agar hidup kita ini direstui-Nya dengan kesentosan, kemanjuan hidup dll.
Dalam Tutur Gong Besi (kelompok naskah yang memuat ajaran Siwaistik) Bhatara Guru adalah Dewa Siwa itu sendiri dengan sebutan Ida Bhatara Dalem.
Ida Bhatara Dalem adalah Bhatara Guru sebagai Sanghyang Paramawisesa, karena semua rasa baik, rasa sakit, rasa sehat, rasa lapar dan sebagainya adalah beliau sumbernya.
Beliau adalah asal dari kehidupan, beliau memelihara alam semesta ini dan beliaulah penguasa alam kematian yang tidak ada melebihi beliau sehingga beliau juga disebutkan dengan Sanghyang Pamutering Jagat.
Karena kemahakuasaan beliau sebagai pencipta, pemelihara dan pelebur, beliau disebut dengan banyak nama, sesuai dengan fungsi dan tempat beliau berstana. Yaitu sebagai berikut:
- Di Pura Puseh, beliau dipuja sebagai Sanghyang Triyodasa Sakti
- Di Pura Desa, beliau dipuja sebagai Sanghyang Tri Upasedhana
- Di Pura Bale Agung, beliau dipuja sebagai Sanghyang Bhagawati
- Di perempatan jalan raya beliau dipuja sebagai Sanghyang Catur Bhuwana.
- Di pertigaan jalan raya beliau dipuja sebagai Sanghyang Sapu Jagat
- Di Kuburan atau Setra Agung beliau dipuja sebagai Bhatara Durga
- Di tunon / di pemuwunan (tempat pembakaran mayat) beliau dipuja sebagai Sanghyang Bherawi.
- Di Pura Pengulun Setra, beliau dipuja sebagai Sanghyang Mrajapati
- Di Laut, beliau dipuja sebagai Sangyang Mutering Bhuwana
- Di Langit, beliau dipuja sebagai Bhuwana Taskarapat
- Di Gunung Agung, beliau dipuja sebagai Sanghyang Giri Putri
- Di Gunung Lebah, beliau dipuja sebagai Dewi Danu
- Di Pancuran Air, beliau dipuja sebagai Sanghyang Gayatri
- Di Aliran sungai, beliau dipuja sebagai Betari Gangga
- Di Sawah, beliau dipuja sebagai Dewi Uma
- Di Jineng atau lumbung padi, beliau dipuja sebagai Dewi Uma
- Di Bejana (Tempat beras0, beliau dipuja sebagai Sanghyang Pawitra Saraswati.
- Di dalam priuk Nasi / makanan, beliau dipuja sebagai Sanghyang Tri Merta
- Di Kemulan, beliau dipuja sebagai Sang Hyang Atma, di ruang kanan Pelinggih Kamulan adalah bapadisebut Sang Hyang Paratma, di ruang kiri Kamulan adalah ibudisebut Sang Hyang Siwatma, di ruangtengah Kamulan raganta menjadi Brahmasebagai ibu dan bapa menjadi Sang Hyang Tuduh.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk semeton. Jika ada penjelasan yang kurang lengkap atau kurang tepat. Mohon dikoreksi bersama. Suksma…
(sumber:sejarahharirayahindu.blogspot.com)






Kegiatan Posyandu Banjar Dinas Kedui Bulan Oktober 2026
Kegiatan Posyandu Banjar Dinas Penida Kaja Bulan Oktober 2026
Kegiatan Posyandu Banjar Dinas Tembuku Sesetan Bulan Oktober 2036
Kegiatan Posyandu Banjar Dinas Tembuku Bakas Bulan Oktober 2026
Kegiatan Posyandu Banjar Dinas Tegalasah Bulan Oktober 2026
Kegiatan Posyandu Banjar Dinas Penida Kelod
Kegiatan Posyandu Banjar Dinas Tembuku Kawan Bulan Oktober 2026
Pelaksanaan Hari Suci Saraswati 2025
PUCUK BANG Sebagai Maskot Kabupaten Bangli, Bali
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) Dana Desa Tahap VII Tahun 2021
REKOMENDASI Nomor 071/ 03 / Satgas Covid-19 / 2021
Cara Pengolahan Sampah Berbasis Sumber
Musyawarah Desa Khusus Penetapan Hasil Pendataan Data SDGs Desa, Desa Tembuku Tahun 2021
Pelatihan Tani Desa Tembuku Hari Ke-2
Posyandu Br. Kedui Bulan April Tahun 2024
Penerimaan Bantuan Sembako Dari ASN Kabupaten Bangli
Posyandu dan PIN Polio Tembuku Kawan
PANORAMA OBYEK WISATA TUKAD CEPUNG
PELAYANAN PERMOHONAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI PUBLIK
Vaksin PMK di Wilayah Desa Tembuku
